Kamis, 22 Januari 2009

Tuhan Tahu

Beberapa hal yang dapat mendorongmu untuk tetap bertahan:

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia

Tuhan tahu betapa keras kau berusaha

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih..

Tuhan sudah menghitung airmatamu

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja..

Tuhan sedang menunggu bersamamu

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon

Tuhan selalu berada di sampingmu

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi..

Tuhan punya jawabannya

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan..

Tuhan dapat menenangkanmu

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan

Tuhan sedang berbisik padamu

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..

Tuhan telah memberkatimu

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban..

Tuhan telah tersenyum padamu

Ketika kau memiliki tujuan dan mimpi untuk digenapi..

Tuhan sudah membuka matamu dan memanggil namamu

Ingat,, bahwa dimanapun dan kemanapun engkau menghadap..

Tuhan tahu

“Aku mengerti apa yang tak kau mengerti, anakKu”

“aku.. kecewa.. bukan ini yang kuharapkan.. aku hanya ingin mereka tahu kalau aku cemas.. aku takut,,hiks, aku ingin menangis saking takutnya,,hiks hiks ” tangis Nalya dalam kamarnya. Saat itu Nalya baru mengadakan pesta ulang tahunnya yang ke-19. Sebenarnya, tujuan perayaan itu, bukan hanya untuk bersenang-senang atas hari jadinya, tetapi juga untuk melepaskan rasa cemas yang menghantuinya. Ya.. ia ingin diperhatikan, didoakan, dan dihibur oleh teman-teman dekatnya. Keinginan yang terlalu kekanak-kanakan untuk seorang gadis yang telah berusia 19 tahun…

Di pesta itu ia memang berkumpul dengan teman-temannya, berbicara mengenai banyak hal, tertawa, bercanda dan berdiskusi mengenai hal lain, kecuali satu, tidak ada pembicaraan mengenai kecemasannya, kegalauannya, bahkan tidak ada doa bersama dalam pesta tersebut. Hal yang sesungguhnya sangat dibutuhkan oleh seorang Nalya saat itu.

Kini dalam kamarnya, Nalya mengungkapkan kesedihan,ketakutan, dan kekecewaannya dalam tangis, dalam kesendirian.. “Bapa, tidak bisakah aku berharap pada orang yang selama ini dapat mengerti aku? Kenapa semua jadi begini? Hampa, kosong, dan aku tetap ketakutan.. sejak awal rencanaku gagal, apa yang sudah kususun dengan begitu rapinya berantakan, bahkan terkesan sia-sia..apa salahku? Hiks..hiks” akhirnya Nalya bertanya pada Pribadi yang sepanjang hari ini hanya ia sapa satu kali. Namun yang terdengar hanya suara hening malam, tidak ada jawaban atas semua pertanyaan yang diajukan Nalya, hingga ia tertidur.

Selama tidurnya, Nalya selalu mendengar suara yang berkata “ janganlah engkau berharap pada manusia, harapan pada manusia hanya akan membawamu pada kekecewaan, berharaplah pada Tuhan Allahmu yang mengetahui segala sesuatu, karena Ia akan memberi tahumu tentang segala sesuatu yang tak kau mengerti”. Paginya ia terbangun dengan sejuta pikiran di benaknya. Saat itu ia mengerti, apa yang membuat semua rencananya berantakan. Pertama, ia tidak mengikutsertakan Tuhan dalam rencana yang ia buat. Kedua, ia terlalu berharap pada orang-orang disekitarnya. Ketiga, ia terlalu sibuk memikirkan hal-hal yang tidak ia mengerti dengan otaknya sendiri, tanpa mau menyerahkan semua masalahnya kepada Yang mengerti akan semua hal. Semua pertanyaannya terjawab. Apa yang terjadi bukan karena kesalahan teman-temannya, bukan karena kesalahan keluarganya, juga bukan karena kesalahan penyakitnya. Bukan kesalahan yang menjadi fokus pada apa yang terjadi dalam hari-hari Nalya, melainkan bagaimana ia menjalani salah satu proses pendewasaan diri dari Pribadi yang sangat menyayanginya. Pagi itu ia juga teringat akan tulisan yang ia baca kemarin: kepuasan bukan berasal dari kelimpahan yang didapatkan, tetapi dari sedikitnya keinginan yang disertai rasa syukur.

Nalya tersenyum, ia memang tidak dapat mengulang hari kemarin, namun ia berbahagia karena ia diingatkan kembali betapa Tuhan mengasihinya, Ia ada disaat Nalya menangis, Ia ada di saat ia sendiri, dan Dia mengerti perasaan anakNya. Kecemasannya untuk hari ini jauh berkurang, karena ia yakin, sebentar lagi ia akan melihat pelangi yang begitu indah bersama Tuhannya. Perlahan senandung keluar dari mulutnya:

Apa yang kau alami kini

Mungkin tak dapat engkau mengerti

Satu hal tanamkan di hati

Indah semua yang Tuhan bri

Tuhanku tak akan memberi

Ular beracun, pada yang minta roti

Cobaan yang engkau alami

Tak melebihi kekuatanmu

Tangan Tuhan sedang merenda

Suatu karya yang agung mulia

Saatnya kan tiba nanti

Kau lihat pelangi kasihNya

Minggu, 11 Januari 2009

Cinta Kasih


Cinta…

Cinta itu keinginan

angan

harapan,,

Dan asa

Tanpa tahu kapan asa itu menjadi nyata

Cinta itu munafik

Dan munafik itu cinta

Cinta itu diam terpendam,

tiada yang mengerti saat cinta itu menjadi kata

cinta itu bodoh

saat kau tak bisa menyadarinya

cinta itu kebahagiaan

yang bisa menjadi duka

duka yang bisa membuat bahagia

cinta itu ketenangan

juga kegalauan

perlindungan

serta ketakutan

cinta itu indah saat bersama

pedih ketika sendiri

cinta itu pengorbanan

pengorbanan klise

cinta ingin dibutuhkan

dan membutuhkan

cinta menjadi hampa

saat tak ada yang mengerti dirinya

mati

bila selalu disakiti

cinta itu C.I.N.T.A

tanpa ada makna yang pasti

bagai filsafat

hanya ada pertanyaan

tanpa menghasilkan jawaban hakiki

menurutmu,

apa itu cinta?


Kasih

Kasih adalah anugerah

Yang terindah

Selalu memberi

Tanpa berharap

Kasih itu nyata

Tak sekedar angan

Kasih tak butuh pengungkapan

Cukup perlakuan

Kasih ≠ cinta

Kasih semakin terpancar

Saat dicecar

Kasih membuat duka jadi bahagia

Tidak sebaliknya

Kasih tak butuh pamrih

Kasih bersuka saat bersama

Tak pernah merasa sendiri

Tetap ada

Meski dianggap tiada


Mana yang kau pilih,

Cinta, kasih?


Selasa, 30 Desember 2008

natal seorang gadis

Suatu pagi di hari natal yang indah, seorang gadis terbangun karena sms dari teman-temannya untuk mengucapkan selamat natal.. ia tersenyum dan mengucapkan selamat ultah pada Yang berkepentingan sebelum membalas semuanya. di hari yang cerah itu, sambil menatap pemandangan gunung yang terlihat dari kejauhan rumahnya (atas saran seorang teman yang bangun lebih dulu :p), ada sedikit kesedihan di hati sang gadis, di antara sekian banyak pesan, tak ada satupun dari keluarganya, ia berpikir, mungkin mereka belum bangun, ini masih terlalu pagi... ia pun bersiap2 pergi ke gereja, merayakan ultah Kekasihnya.

saat di gereja, ia mencoba berbagi kebahagiaan pada teman-temannya tentang keindahan sebuah lagu yang sedang berkumandang, namun, hanya sedikit orang yang meresponnya, itu pun sebentar, akhirnya,, ia sendiri lagi..

sepulang dari gereja, sang gadis bercengkrama dengan teman-temannya untuk melupakan kesedihannya dan masih mencoba mendapatkan kebahagiaan dari makna natal.. sayangnya,, lagi-lagi ia harus kembali sendirian,, ketika temannya akan pergi ke luar kota..

ia mencoba menghubungi beberapa temannya,, ikut merasakan kegembiraan mereka bersama keluarga masing2.. namun itu juga tak lama,, hingga akhirnya,,,

saat di kamar,, ia menerima pesan natal dari sang adik..sukacitanya memuncak,, ia pun memutuskan menghubungi sang ibu..

gadis: halo

ibu: halo

g: mama,,selamat natal..

i: selamat natal..papa besok mw ksana..

g:ia..mama aku sendirian..

i:kt4 kakak aj..

g:...

i:...

I:udah ya..

g: ia,,,

tut,,tut,,tuut,,

hubungan telp. terputus,,pembicaraan natal yang cukup singkat...

dalam suasana yang sepi dan hujan, airmata sang gadis nyaris keluar,,ia berdoa:'Bapa,, knapa aq merasa natalq tak bermakna,,knapa natal berlalu begitu cepat?'

sang gadispun tertidur...

ketika bangun,, akhirnya ia menghubungi sang kakak..

balasannya:aq lagi sibuk,,bsok aj kmu kesini...

airmata sang gadis memberontak keluar...

ia merasa terlalu manja untuk menangisi hal sepele,, namun airmatanya tak mau peduli..

kemudian ia menghubungi seorang teman untuk menceritakan sebuah kisah.. temannya menjawab.. natal itu adalah kasih,,kesempatan qt untuk bersyukur,, ingat motto komsel: kuatkan dan teguhkanlah hatimu...

hati sang gadis kembali tenang,,namun airmatanya tak berhenti mengalir..ia mulai merenungi dan memikirkan semuanya..

setelah berpikir,, ia memutuskan untuk tidak mempermasalahkan hal itu,,

ia berusaha untuk tidak merasa kesepian di natalnya yang indah,,tak ingin terlalu banyak menuntut,, karena ini adalah hariNya, sang gadis ingin tersenyum bahagia karena tak ingin melihatNya bersedih..

membagi perasaan sukacitanya,,

meninggalkan kamarnya,,

mencurahkan pemikirannya..

hal pertama yang ia lakukan adalah,,,

menulis blog,,, :D